PENENTUAN MATERI DAN PERILAKU YANG DIUJIKAN

Langkah awal yang harus dilakukan dalam mempersiapkan bahan ulangan/ujian adalah menentukan pokok bahasan atau materi yang akan diujikan. Penentuan pokok bahasan atau materi yang akan diujikan sangat penting karena di dalam satu tes tidak mungkin semua pokok bahasan atau subpokok bahasan yang telah diajarkan dapat diujikan dalam waktu yang terbatas, misalnya satu atau dua jam. Oleh karena itu, setiap penulis soal harus menentukan pokok bahasan atau materi mana yang sangat penting dan penunjang, sehingga dalam waktu yang sangat terbatas, materi yang diujikan hanya menanyakan materi-materi yang sangat penting saja. Pokok bahasan atau subpokok bahasan yang telah ditentukan harus dapat diukur sesuai dengan bentuk soal yang telah ditetapkan.

Penentuan pokok bahasan (PB) atau materi penting dilakukan dengan memperhatikan kriteria:

1.  urgensi, yaitu PB atau materi secara teoritis mutlak harus     dikuasai oleh siswa;

2.  kontinuitas, yaitu PB atau materi yang merupakan pendalaman dan satu atau lebih PB yang sudah dipelajari sebelumnya;

3. relevansi, yaitu PB atau materi yang diperlukan untuk mempelajari atau memahami mata pelajaran lain;

4. keterpakaian, yaitu PB atau materi yang memiliki nilai terapan tinggi dalam kehidupan sehari-hari;

5. kesesuaian dengan teknik pengukuran yang akan digunakan, yaitu: (1) tes tertulis (bentuk uraian, pilihan ganda, jawaban singkat, isian, atau lainnya), (2) tes lisan, atau (3) tes perbuatan.

Setelah kegiatan penentuan materi yang akan ditanyakan selesai dikerjakan, maka kegiatan berikutnya adalah menentukan secara tepat perilaku yang akan diukur. Perilaku yang akan diukur tergantung pada tingkat keluasan dan kedalaman materi yang akan ditanyakan. Setiap materi memiliki tingkat keluasan dan ked&aman yang tidak sama. Semakin tinggi perilaku yang diukur, maka semakin sulit soal dan semakin sulit pula menyusunnya. Cara yang tepat menentukan ketepatan perilaku yang diukur, penulis soal dapat mendaftar semua perilaku yang dapat diukur mulai dan aspek yang rendah/mudah sampai dengan aspek yang tertinggi/tersukar. Untuk memudahkan dalam menentukan perilaku yang akan diukur, penulis soal dapat mengambil atau memperhatikan jenis perilaku yang telah dikembangkan oleh para tokoh pendidikan, salah satunya Ranah kognitif yang dikembarngkan Benjamin S. Bloom adalah:

(1) Ingatan di antaranya seperti: menyebutkan, menentukan, menunjukkan, mengingat kembali, mendefinisikan;

(2) Pemahaman di antaranya seperti:membedakan, mengubah, memberi contoh, memperkirakan, mengambil kesimpulan;

(3) Penerapan di antaranya seperti: menggunakan, menerapkan;

(4) Analisis di antaranya seperti: membandingkan, mengklasifikasikan, mengategorikan, menganalisis;

(5) Sintesis di antaranya seperti: menghubungkan, mengembangkan, mengorganisasikan, menyusun;

(6) Evaluasi di antaranya seperti: menafsirkan, menilai, memutuskan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: