Bagaimana Kriteria Dasar Bahan Ujian dan Soal yang Bermutu Baik?

Menentukan materi ujian yang esensial perlu dipersiapkan secara baik dan teratur karena akan menentukan hasil pelaksanaan program belajar yang lebih baik. Bahan ulangan/ujian yang akan digunakan hendaknya memenuhi dua kriteria dasar berikut ini:

Kriteria pertama adalah adanya kesesuaian antara materi yang diujikan dan materi yang telah diajarkan. Hal ini hasilnya dapat memberikan informasi tentang siapa atau siswa mana yang telah mencapai tingkatan pengetahuan tertentu yang disyaratkan sesuai dengan tuntutan di dalam silabus/kurikulum dan dapat memberikan informasi mengenai apa dan seberapa banyak materi yang telah dipelajari siswa.

Kriteria kedua adalah bahan ulangan/ujian hendaknya menghasilkan informasi atau data yang dapat dijadikan landasan bagi pengembangan standar sekolah, standar wilayah, atau standar nasional di bidang hasil proses belajar-mengajar.

Bahan ujian atau soal yang bermutu baik dapat membantu para guru, tutor, pengawas, atau guru dalam meningkatkan pelaksanaan proses belajar-mengajar. Soal yang bermutu baik dapat memberikan informasi dengan tepat tentang siswa mana yang belum atau sudah memahami materi yang telah diajarkan. Salah satu ciri soal yang bermutu baik adalah bahwa soal itu dapat membedakan setiap kemampuan siswa. Semakin tinggi kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan, maka semakin tinggi pula peluang menjawab benar soal yang menanyakan materi yang telah diajarkan itu. Semakin rendah kemampuan siswa dalam memahami materi yang telah diajarkan, maka semakin kecil pula peluang menjawab benar suatu soal yang menanyakan materi yang telah diajarkan.

Syarat soal yang bermutu baik adalah soal harus sahih (valid), dan handal (reliabel). Sahih maksudnya bahwa setiap alat ukur hanya mengukur satu dimensi/aspek saja. Handal maksudnya bahwa setiap alat ukur harus dapat memberikan hasil pengukuran yang tepat, cermat, dan ajek: Untuk dapat menghasilkan suatu bahan ujian yang sahih dan handal, penulis soal harus merumuskan kisi-kisinya dan menulis soal berdasarkan kaidah penulisan soalnya (kaidah penulisan soal bentuk objektif/ pilihan ganda dan uraian).

Agar soal yang dipersiapkan dapat menghasilkan bahan ulangan/ujian yang sahih dan handal. maka dalam mempersiapkannya harus dilakukan langkah-langkah berikut, yaitu:

(1) menentukan pokok bahasan yang diujikan, (2) menyusun kisi-kisinya, (3) menulis soalnya, (4) merakit soal menjadi perangkat tes, dan (6) menyusun pedoman penskorannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: