Menjadikan Pembelajaran Bahasa Jawa menarik?

Bahasa Jawa diajarkan di sekolah-sekolah dasar dan lanjutan di seluruh tempat yang wilayah penduduknya menggunakan bahasa Jawa dalam komunikasi sehari-hari. Namun sayangnya,kondisi dan pola pembelajaran bahasa Jawa saat ini masih menempatkan bahasa Jawa semabagai bahan atau materi untuk DIPELAJARI bukan DIGUNAKAN, akibatnya, bahasa Jawa menjadi bahan pelajaran yang tidak integral dengan kehidupan siswa itu sendiri. Meskipun pendekatan komuniktif sudah dikembangkan sejak tahun 1988-an,kenyataannya bahasa Jawa belum menyatu dengan siswa. Siswa merasa jauh dan tidak mengenal bahasanya sendiri.Padahal mereka adalah pemilik asli bahasa Jawa.
Pembelajaran bahasa Jawa perlu disegarkan kembali dengan semangat pengembangan dan pelestarian secara proporsional. Siswa diarahkan supaya berani dan mampu tampil menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan benar (trep kaliyan kawontenan). Oleh karena itu, arah pembelajaran bahasa Jawa harus diluruskan menjadi “mempelajari bahasa Jawa untuk digunakan dalam komunikasi sehari-hari”.
Pembelajaran bahasa Jawa harus segera melakukan pembaharuan diri (self-renewal), mencari format yang cocok dengan kebutuhan (reinventing ), menata kembali organisasi dan kultur sekolah(restructuring). Ringkasnya, bahasa Jawa harus dikembangkan di dunia pendidikan. Bahasa Jawa harus menjadi pelajaran favorit siswa di sekolah.
Bukan hal yang mengada-ada, jika muncul keinginan dan harapan logis agar bahasa Jawa bisa menjadi mata pelajaran paling disenangi siswa di sekolah-sekolah. Anggapan siswa bahasa Jawa adalah “bahasa asing” yang paling menjengkelkan dan materinya lebih sulit dari pada bahasa Inggris! Adaapadengan bahasa Jawa? Apa yang terjadi dengan pengajaran bahasa Jawa?
Jadi perlu diupayakan bagaimana menjadikan bahasa Jawa sebagai mata pelajaran yang ditunggu-tunggu oleh siswa. Sebagaimana semangat mereka berteriak kegirangan karena mendengar bel istirahat atau bel pulang. Jadi, mengapa upaya ke arah tersebut tidak segera dilakukan?
(1) Menumbuhkan sikap positif terhadap bahasa Jawa.
Sikap positif terhadap bahasa Jawa perlu ditanamkan baik di rumah maupun di sekolah, selama ini terjadi sikap mendua yang dilakukan oleh masyarakat kita.
Penghargaan mereka hanya terjadi selama di rumah dan dilingkungan
sosialnya,sementara di sekolah terjadi sikap sebaliknya. Bisa juga terjadi, oleh
orang tuanya, siswa justru ditanamkan sikap “meremehkan bahasa Jawa”
misalnya, anak tidak disarankan belajar bahasa Jawa, tetapi belajar yang dianggap
“lebih penting”misalnya pelajaran matematika, bahasa Inggris,Ipa,dan lainnya.
Bahasa Jawa berada pada posisi underdog, bahasa Jawa adalah bahasa ndeso! Oleh karena itu,sekaranglah saatnya,menanamkan sikap positif terhadap bahasa Jawa dengan cara mengaplikasikan dalam kehidupan baik di rumah maupun di sekolah.
(2) Menbangun proses pembelajaran bahasa Jawa lebih menyenangkan.
Pembelajaran bahasa Jawa di sekolah perlu ditata dengan lebih terarah dan
dibuat lebih menyenangkan.Konsep ”lebih menyenangkan” sangat penting diperhatikan untuk memenuhi rasa kenyamanan dan menumbuhkan minat belajar siswa terhadap bahasa Jawa. Upaya kearah tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara atau teknik pengajaran efektif dan efisien,antara lain:
a) Teknik rekreasi
b) Teknik Mempermudah Belajar
c) Teknik Lomba/Kompetensi
d) Teknik kesantunan, kesabaran dan keteladanan.
e) Menyiapkan sarana dan pasarana yang memadai

One Response

  1. Selamat bergabung dan salam kenal

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: